My Graduation

image

Today on Saturday, May 7th,  is my officially graduation. That’s what announced by department of education,  this afternoon at 3 p.m WIB. But i don’t think it’s the right time to celebrate it. My score isn’t known yet, i don’t even get in an university yet, and what i mostly care about is will they be proud of me? Will i have to hold out again? I’ll try my best in my own way, please believe in me and don’t look dwn on me.  I’ll be success in my own way.

-::-|-Phobia-|-::-

Berdasarkan istilah ‘Phobia’ berasal dari bahasa Yunani yaitu “phobos” yang memiliki arti lari, takut, panik yang sangat hebat.

phobia

I. PENGERTIAN PHOBIA

Phobia berbeda dengan rasa takut. Takut adalah perasaan gentar terhadap sesuatu yang mengancam atau membahayakan dirinya secara nyata. Takut, lebih mengarah sesuatu yang membahayakan fisik. Rasa takut yang normal mempunyai sebab rasional dan masih bisa dikontrol.

Sedangkan Phobia adalah keadaan takut atau panik yang sangat hebat dan berlebihan tanpa sebab kepada sesuatu yang sebenarnya dianggap biasa jika dipandang oleh orang normal.

Jadi perbedaan antara phobia dan rasa takut antara lain : alasan dari ketakutan yaitu rasional atau tidak, respon yang dimunculkan, dan lama tidaknya ketakutan itu berlangsung.

Beberapa ahli mengatakan phobia adalah perasaan takut yang irasional dan menetap terhadap benda, sesuatu atau aktivitas. Bahkan oleh beberapa pakar Psikolog mengatakan bahwa Phobia adalah suatu gangguan psikologis. Seringkali penderita phobia merasakan ketakutan yang hebat ketika berhadapan dengan obyek yang ia takuti, sehingga membuat si penderita menjadi lemah dan tidak bisa menguasai dirinya sendiri. Padahal dalam keaadan normal biasanya manusia mampu mengedalikan rasa takut dalam dirinya, namun bagi penderita phobia ketakutan itulah yang seakan mengedalikan dirinya sehingga akan mengganggu aktifitas si penderita.

II. SIMTOM PENDERITA PHOBIA

Simtom atau gejala penyakit yang muncul pada penderita phobia secara umum hampir sama dengan gejala kecemasan, hanya saja simtom yang ada terarah pada situasi dan kondisi tertentu saja (tidak menyeluruh). Antara lain :

1) Kondisi tubuh melemah (mudah merasa capai atau letih).

2) Sering sakit kepala, migrain.

3) Ingin tidur lebih lama.

4) Berkeringat secara berlebihan.

5) Otot menegang.

6) Rasa ingin muntah.

7) Peningkatan rasa cemas

8) Berpikir secara tidak realistis, takut dan membayangkan sesuatu bakal terjadi.

9) Sulit berkonsentrasi.

10) Gemetar.

11) Kewaspadaan secara berlebihan (overt alertness).

12) Berkaitan dengan pengalaman trauma sebelumnya.

13) Takut terhadap sesuatu kondisi atau situasi tertentu yang menimbulkan kecemasan akan tetapi kecemasan itu berkurang bila situasi atau objek yang ditakuti itu tidak berada disekitar individu

III. FAKTOR SESEORANG MENDERITA PHOBIA

Banyak sekali faktor atau penyebab seseorang menderita phobia. Namun, penyebab seseorang menderita phobia seringkali dikarenakan oleh 2 hal yaitu faktor biologis dan faktor traumatis.

  • Faktor biologis biasanya terjadi karena disfungsi dalam menjaga keseimbangan. Seperti pengingkatan aliran darah dan metabolisme tubuh atau bisa juga dikarenakan adanya ‘sesuatu’ yang tidak normal yang terjadi dalam struktur otak manusia. Sistem keseimbangan manusia mengintegrasikan isyarat visual propriosektif, vestibular dan terdekat untuk memperhitungkan posisi dan gerakan.
  • Faktor traumatis. Kejadian traumatis adalah kejadian yang menyebabkan pengidap terus menerus mengingat kejadian itu sebagai hal yang menakutkan dan membuatnya cemas, dan sebagian besar psikolog setuju akan hal ini. Phobia menurut mereka adalah akibat pengalihan rasa cemas yang menghubungkan dengan sesuartu di masa lalu yang akhirnya menjadi sebuah ketakutan terhadap hal tertentu tersebut.

IV. JENIS – JENIS PHOBIA

Phobia digolongkan ke dalam 3 jenis besar, yaitu :

  1. Phobia spesifik atau sederhana misalnya phobia pada binatang dan ketinggian.
  2. Phobia sosial, phobia ini berhubungan dengan interaksi sosial.
  3. Phobia berikutnya adalah phobia kompleks yang berhubungan dengan banyak hal.

Dan berikut adalah macam-macam phobia dalam kehidupan manusia :

Takut Air – Hydrophobia
Takut Agama – Theologicophobia
Takut Alat Kelamin – Kolpophobia
Takut Aliran Udara – Aerophobia
Takut Alkohol – Methyphobia
Takut Alkohol – Potophobia
Takut Amnesia – Amnesiphobia
Takut Anggur – Oenophobia
Takut Angin – Ancraophobia
Takut Angka – Arithmophobia
Takut Angka 13 – Triskaidekaphobia
Takut Angka 8 – Octophobia
Takut Anjing – Cynophobia
Takut Anjing Laut – Lutraphobia
Takut Anus – Rectophobia
Takut Api – Arsonphobia
Takut Api – Pyrophobia
Takut Awan – Nephophobia
Takut Ayam – Alektorophobia
Takut Ayan – Hylephobia
Takut Badut – Coulrophobia
Takut Boneka – Pediophobia
Takut Minum Obat – Pharmacophobia
Takut dicekik – Pnigophobia

Dan masih banyak lagi macamnya.

V. CARA MENGATASI / MENGOBATI PHOBIA

Dengan penanganan yang tepat, ada kemungkinan penderita phobia dapat disembuhkan. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, ada beberapa perawatan utama untuk mengatasi phobia, yaitu :

Terapi berbicara
Perawatan ini seringkali efektif untuk mengatasi phobia. Jenis terapi bicara yang bisa digunakan adalah:

  1. Konseling: konselor biasanya akan mendengarkan permasalahan seseorang, seperti ketakutannya saat berhadapan dengan barang atau situasi yang membuatnya fobia. Setelah itu konselor akan memberikan cara untuk mengatasinya.
  2. Psikoterapi: seorang psikoterapis akan menggunakan pendekatan secara mendalam untuk menemukan penyebabnya dan memberi saran bagaimana cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
  3. Terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioural Therapy/CBT): yaitu suatu konseling yang akan menggali pikiran, perasaan dan perilaku seseorang dalam rangka mengembangkan cara-cara praktif yang efektif untuk melawan phobia.

Terapi pemaparan diri (Desensitisation)
Orang yang mengalami phobia sederhana bisa diobati dengan menggunakan bentuk terapi perilaku yang dikenal dengan terapi pemaparan diri. Terapi ini dilakukan secara bertahap selama periode waktu tertentu dengan melibatkan objek atau situasi yang membuatnya takut. Secara perlahan-lahan seseorang akan mulai merasa tidak cemas atau takut lagi terhadap hal tersebut. Kadang-kadang dikombinasikan dengan pengobatan dan terapi perilaku.

Menggunakan obat-obatan
Penggunaan obat sebenarnya tidak dianjurkan untuk mengatasi phobia, karena biasanya dengan terapi bicara saja sudah cukup berhasil. Namun, obat-obatan ini dipergunakan untuk mengatasi efek dari fobia seperti cemas yang berlebihan. Terdapat 3 jenis obat yang direkomendasikan untuk mengatasi kecemasan, yaitu:

  1. Antidepresan: obat ini sering diresepkan untuk mengurangi rasa cemas, penggunaannya dizinkan untuk mengatasi fobia yang berhubungan dengan sosial (social phobia).
  2. Obat penenang: biasanya menggunakan obat yang mengandung turunan benzodiazepines. Obat ini bisa digunakan untuk mengatasi kecemasan yang parah, tapi dosis yang digunakan harus serendah mungkin dan penggunaannya sesingkat mungkin yaitu maksimal 4 minggu. Ini dikarenakan obat tersebut berhubungan efek ketergantungan.
  3. Beta-blocker: obat ini biasanya digunakan untuk mengobati masalah yang berhubungan dengan kardiovaskular, seperti masalah jantung dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Karena berguna untuk mengurangi kecemasan yang disertai detak jantung tak beraturan.

Hypnoterapi
Merupakan jenis terapi yang menggonakan metode hipnotis. Dilakukan secara rutin, bertahap dan perlahan oleh terapis yang berpengalaman dan memenuhi syarat terhadap penderita phobia. Dengan metode ini, kemungkinan penderita bisa sembuh dalam waktu yang relative singkat ataupun perlahan.

SEKIAN

p.s : kritik dan saran dipersilahkan

[ANIME] K

[ANIME] K

K Project
A story ebout 7 King and 7 Power, but the story doesn’t tell all the king. The power of the third king is fire/flame. He has a.. what is it call? Sorry, i forgot. Just say it a gangster. He broke everyside of the world just to find the one who killed his member (close friend).

He’s my favorite. My style! One of the best member in the gangster.
Yata Misaki !!